Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Rendang untuk Hari Guru Jadi Penyelamat Kelaparan, Cerita Korban Banjir dan Longsor di Tapteng

cek disini

Rendang – Rendang untuk Hari Guru Setelah bencana banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah sejak Selasa (26/11/2025) masyarakat mengalami krisis makanan dan sembako hingga hari ini, Rabu (3/12/2025).

Hal itu diketahui dari banyaknya masyarakat yang melakukan penjarahan hampir di seluruh swalayan- swalayan hingga Bulog.

Masyarakat ini menjarah, lantaran bahan logistik dari Pemprov Sumut belum terbagi secara merata.

Sementara harga sembako mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.

Namun, diantara ratusan masyarakat yang menjarah, seorang perempuan paru bayah Tetti (55) warga Kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah memilih untuk menghemat bahan sembakonya sambil menunggu bantuan dari pemerintah datang.

Diceritakan Tetti, ditengah ia bersama sang suami bertahan hidup sambil menunggu bantuan sembako dari pemerintah.

Ia bersyukur sebab satu hari sebelum bencana banjir telah memasak rendang untuk kegiatan hari guru di sekolah Sibolga.

Baca juga : Gus Irawan Temani Pengungsi Banjir Lagi Menangis, Yakinkan Keluarga Lewat Video Call: Pasaribu Ini

Rendang untuk Hari Guru
Rendang untuk Hari Guru

“Bencana banjir itu datang di saat bersamaan dengan acara hari guru di SMAN 3 Sibolga. Mereka memesan nasi rendang ke kami.

Ternyata rendang ini jadi penyelamat kami untuk bertahan hidup apalagi satu sampai 4 hari sebelum bantuan sembako dari pemerintah datang,” kata Teti yang sehari-hari bekerja sebagai penjual makanan dan kantin di salah satu sekolah di Sibolga.

Tetti mengatakan, di hari H banjir datang acara hari guru pun ditiadakan. Akhirnya, ia bersama sang suami memakan rendang tersebut.

“Listrik mati, masak nasi pun menggunakan kompor. Untungnya gas masih ada. Jadi bertahan makan nasi dan rendang yang batal dikirim untuk hari guru itu,” jelasnya.

Diakuinya, di hari pertama hingga hari ke empat bantuan dari pemerintah belum datang. Semua masyarakat juga sibuk mencari keluarganya yang hilang dan kegiatan lainnya.

“Belum ada bantuan mau dari Pemprov atau Pemkab di hari H+1 bencana sampai H+3 kalau dari Pemkab H+1 pasca bencana menyediakan gor itu jadi tempat pengungsian. Tapi bantuan sembako itu belum ada,” jelasnya.

Dikatakannya, di H+3 bencana itu beras sudah habis. Sehingga hari sebelum bantuan datang, ia memakan rendang daging tanpa nasi.

“Mau beli bahan makanan, pada tutup semua. Jadi H+3 pasca bencana itu sudah ada yang buka warung tapi telur harganya Rp5.000 satu butir, Cabai Rp 200 ribu 1kg, beras 1Kg 230 ribu.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *